Hospital News

Apa Bahayanya Konsumsi Telur Infertil?

INFO SEHAT — Humas Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Aryani Gumelar mengatakan, telur infertil dilarang untuk dikonsumsi.

Dirinya pun membeberkan beberapa alasan mengapa telur tersebut jangan dikonsumsi masyarakat.

Pertama, telur infertil adalah telur yang tidak menetas atau memang sengaja tidak ditetaskan.
Telur infertil biasa disebut juga telur HE (hatched egg) seharusnya tidak dijual sebagai telur konsumsi.

Sangat rentan menjadi tempat tumbuh jamur dan bakteri sehingga menyebabkan telur cepat membusuk

Apalagi Telur ayam HE alias hatched egg (HE) seperti telur infertil rupanya masih beredar di pasaran.

Padahal, Kementerian Pertanian (Kementan) telah melarang penjualan telur infertil.

Telur infertil adalah produk buangan atau residu dari breeding ayam broiler atau dari telur-telur yang tidak bisa ditetaskan.

Apa Itu Telur Infertil?

Dikutip dari TribunnewsWiki.com, telur infertil termasuk dalam kategori hatched egg (HE) atau telur yang ditetaskan.

Sebenarnya ada dua jenis telur HE, yaitu fertil dan infertil yang berasal dari pembibitan ayam broiler atau ayam pedaging.

Telur fertil adalah telur yang mengandung embrio setelah ayam betina dibuahi oleh pejantan.

Sementara telur infertil adalah telur yang tidak menetas atau sengaja tidak ditetaskan oleh perusahahaan pembibitan.

Oleh perusahaan pembibitan, biasanya kedua telur ini akan dipisahkan.

Telur fertil akan ditetaskan menjadi anak ayam, sedangkan telur infertil akan disisihkan.

Satu alasannya, suplai anakan ayam atau DOC (day old chick) yang sudah terlalu banyak.

Sehingga biaya menetaskan telur lebih mahal dari harga jual DOC.

Ciri-ciri Telur Infertil dan Cara Membedakan dengan Telur Biasa

Ada beberapa ciri khas dari telur infertil yang bisa menjadi dasar bagi masyarakat untuk membedakannya dengan telur biasa.

Ciri pertama ada di cangkangnya.

Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Blitar, Rofiyasifun menjelaskan, telur infertil memiliki ciri fisik cangkang telur berwarna pucat atau putih.

Sementara telur ayam negeri memiliki warna agak kecokelatan.

“Paling gampang bedakannya, kalau ciri telur HE itu warnanya pucat. Kalau telur biasa kan warnanya agak cokelat.”

Memang telur ayam negeri juga ada yang putih, itu biasanya berasal dari ayam yang sakit, tapi itu jumlahnya sedikit

Ciri yang kedua, ada tidaknya bintik hitam.

Pada telur HE pada umumnya, biasanya akan tampak bintik hitam atau merah saat diteropong dengan menggunakan senter.

Harga yang lebih murah juga bisa ciri yang membedakan telur infertil dengan telur ayam ras.

Biasanya, telur infertil dijual dengan harga yang jauh lebih murah, yaitu sekitar Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu per kg.

Bahkan ada penjual yang secara terang-terangan menyebut telur infertil dijual dengan harga Rp 200 saja per butir.

Telur infertil juga lebih mudah membusuk hanya dalam waktu seminggu.

Sebab, telur infertil biasanya sudah beberapa hari tersimpan di tempat penyimpanan maupun mesin tetas perusahaan.

Karena alasan itulah kenapa telur infertil dijual dengan harga yang jauh lebih miring.

Ciri lain agar bisa membedakan telur infertil dengan telur yang biasa dikonsumsi, ada pada cangkangnya.

Cangkang telur infertil biasanya lebih tipis ketimbang telur ayam ras pada umumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*